Menghargai Hasil Karya
Apakah seseorang dalam hidupnya memerlukan apresiasi? Ya, perlu. Sebab dalam Teori hierarki kebutuhan menurut Maslow manusia memerlukan kebutuhan dalam kehidupan salah satunya yaitu penghargaan.
Nah pada tulisan ini saya akan membahas mengenai apresiasi atau menghargai karya orang lain.
Menurut saya, bagaimana kita menghargai karya orang lain maka harus dimulai oleh diri kita terlebih dahulu. Kita dapat memulainya dengan hal kecil dahulu seperti memberi dukungan atas karya orang lain. Contoh : Saat kita sedang menonton channel youtube dengan konten yang menarik dan bermanfaat maka kita memberi feedback dengan like dan subcribe channel tersebut. Ide itu mahal maka dengan kita menghargai karyanya jelas itu mendukung dan memberi semangat untuk mereka membuat konten yang luar biasa.
Namun, nyatanya dalam kehidupan sehari-hari tidaklah berjalan mulus dengan keinginan dan harapan. Banyak sekali orang-orang yang kurang menghargai hasil karya orang lain. Menganggap karya tersebut buruk padahal mereka pun belum tentu dapat membuat karya yang baik. Pertanyaannya : Mengapa orang-orang lebih senang menggunakan mulutnya untuk berbicara yang buruk sehingga menurunkan semangat berkarya orang lain? Karena, beberapa orang lebih mudah menjatuhkan orang lain daripada dirinya membuat orang lain senang dengan memberi pujian karena pada kenyataannya ada beberapa orang yang tak ingin mengakui keindahan karya orang lain lebih bagus dari karya yang dirinya buat. Menganggap hanya mereka yang paling sempurna dan tak bisa tertandingi.
Lalu, saya sering melihat di media sosial ataupun media bacaan lainnya. Ada beberapa orang yang telah melakukan plagiarisme karya seorang penulis dan mengakui karya penulis dengan tidak mencantumkan sumber padahal orang tersebut sudah memasuki bangku perkuliahan yang seharusnya lebih paham untuk tidak sembarangan menggunakan karya orang lain apalagi tidak mencantumkan sumber terkait.
Dalam proses apresiasi pun memiliki etika tersendiri. Jika ingin mengkritik suatu karya kita harus memiliki saran yang membangun. Kalaupun karyanya memang tak sebagus itu harusnya kita berbicara dengan baik dan tak menyinggung perasaan orang lain. Seperti :
"Wah, Gambarmu sangat indah tapi akan lebih bagus lagi jika warnanya tidak terlalu mencolok"
"Aku suka permainanmu tetapi aku harap kau lebih dapat mengontrol emosimu dengan baik"
Bukankah jadi lebih indah dan enak didengar?
Kita (termasuk diri saya sendiri) harus intropeksi diri apakah selama ini telah menghargai hasil karya orang lain atau belum. Jika kita ingin orang lain menghargai karya kita maka kita harus menghargai karya orang lain. Saling menghargai dan menghormati itu indah dan tentram.
Sekian dan terimakasih telah membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat:)
#sabtulis
Nah pada tulisan ini saya akan membahas mengenai apresiasi atau menghargai karya orang lain.
Menurut saya, bagaimana kita menghargai karya orang lain maka harus dimulai oleh diri kita terlebih dahulu. Kita dapat memulainya dengan hal kecil dahulu seperti memberi dukungan atas karya orang lain. Contoh : Saat kita sedang menonton channel youtube dengan konten yang menarik dan bermanfaat maka kita memberi feedback dengan like dan subcribe channel tersebut. Ide itu mahal maka dengan kita menghargai karyanya jelas itu mendukung dan memberi semangat untuk mereka membuat konten yang luar biasa.
Namun, nyatanya dalam kehidupan sehari-hari tidaklah berjalan mulus dengan keinginan dan harapan. Banyak sekali orang-orang yang kurang menghargai hasil karya orang lain. Menganggap karya tersebut buruk padahal mereka pun belum tentu dapat membuat karya yang baik. Pertanyaannya : Mengapa orang-orang lebih senang menggunakan mulutnya untuk berbicara yang buruk sehingga menurunkan semangat berkarya orang lain? Karena, beberapa orang lebih mudah menjatuhkan orang lain daripada dirinya membuat orang lain senang dengan memberi pujian karena pada kenyataannya ada beberapa orang yang tak ingin mengakui keindahan karya orang lain lebih bagus dari karya yang dirinya buat. Menganggap hanya mereka yang paling sempurna dan tak bisa tertandingi.
Lalu, saya sering melihat di media sosial ataupun media bacaan lainnya. Ada beberapa orang yang telah melakukan plagiarisme karya seorang penulis dan mengakui karya penulis dengan tidak mencantumkan sumber padahal orang tersebut sudah memasuki bangku perkuliahan yang seharusnya lebih paham untuk tidak sembarangan menggunakan karya orang lain apalagi tidak mencantumkan sumber terkait.
Dalam proses apresiasi pun memiliki etika tersendiri. Jika ingin mengkritik suatu karya kita harus memiliki saran yang membangun. Kalaupun karyanya memang tak sebagus itu harusnya kita berbicara dengan baik dan tak menyinggung perasaan orang lain. Seperti :
"Wah, Gambarmu sangat indah tapi akan lebih bagus lagi jika warnanya tidak terlalu mencolok"
"Aku suka permainanmu tetapi aku harap kau lebih dapat mengontrol emosimu dengan baik"
Bukankah jadi lebih indah dan enak didengar?
Kita (termasuk diri saya sendiri) harus intropeksi diri apakah selama ini telah menghargai hasil karya orang lain atau belum. Jika kita ingin orang lain menghargai karya kita maka kita harus menghargai karya orang lain. Saling menghargai dan menghormati itu indah dan tentram.
Sekian dan terimakasih telah membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat:)
#sabtulis
Komentar
Posting Komentar