DAMPAK KEBUDAYAAN ASING TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT
NAMA : SURYANINGSIH (16518882)
KELAS : 1PA10
UNIVERSITAS GUNADARMA
Pada jaman globalisasi seperti ini pertumbuhan dari segi kehidupan kian merubah pola hidup kita dari segi bahasa maupun interaksi dengan sesama manusia entah itu dari sisi positif ataupun posisi negatif dari hal ini, semaraknya gadget sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa inilah yang menjadi salah satu perubahan tersebut.
Masyarakat lebih suka berinteraksi dengan gedgetnya sendiri bahkan ditempat keramaian pun mereka lebih banyak memperhatikan gadgetnya dari pada keadaan disekitar, mereka cenderung tidak peduli dan peka dengan apa yang terjadi di sekitar terdekatnya. Seperti yang akan dibahas kali ini tentang "Pengaruh Budaya Asing Terhadap Masyarakat Indonesia".
Gaya hidup individualisme yang sekarang tidak sedikit dari masyarakat indonesia menganutnya seakan sudah menjiwa dalam diri kehidupan itu sendiri, mereka lebih suka memilih kelompok-kelompoknya sendiri, dan beralih makanan gaya yang berkelas tinggi.
A. Definisi Budaya dan Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya merupakan suatu cerminan hidup suatu negara. Setiap negara mempunyai cerminan atau budaya tersendiri dalam kehidupannya masing masing. Budaya juga merupakan warisan dari generasi ke generasi. Di setiap negara pasti mempertahankan budayanya dari budaya asing. Indonesia sudah berakulturasi dengan kebudayaan asing sejak lama. Terletaknya Indonesia di pertengahan benua Asia dan Australia yang menjadikan jalur perdagangan pada masa lampau. Sehingga menjadikan budaya Indonesia bercampur dengan budaya asing.
Pengertian Kebudayaan Menurut Ahli:
1. Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem ide, tindakan dan hasil ciptaan manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan artinya buah budi manusia merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, ialah zaman dan alam yang ialah kebenaran kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesusahan didalam hidup dan penghidupannya agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan merupakan seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa ide dan dalam penghidupan.
4. Effat al-Syarqawi
Yang mengartikan kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yakni kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kesenjangan ruang dan waktu.
5. Parsudi Suparlan
Kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan daerah dan pengalamanya, serta menjadi tumpuan bagi tingkah-lakunya.
6. Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan ekspresi dari cara berfikir.
7. Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan merupakan ciptaan hidup dari suatu bangsa
8. Mangunsarkoro
Kebudayaan merupakan segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya
9. Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan merupakan cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.
10. Djojodigono(1958)
Memberikan definisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B. Sejarah Budaya dan Kebudayaan
A.Teori Kebudayaan
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbenuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab dan lain sebagainya.
Kata Kebudayaan, berasal dari kata Sanskerta buddhayah, bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “kekal”.
(Koentjaraningrat. 2003:73) Menurut BAKKER kata kebudayaan dari “Abhyudaya”, Sansekerta Kata “Abhyudaya” menurut Sanskrit Dictionary (Macdonell, 1954): Hasil baik, kemajuan, kemakmuran yang serba Iengkap.
Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu.
Culture dari kata Latin colere “mengolah”, “mengerjakan”, dan berhubungan dengan tanah atau bertani sama dengan “kebudayaan”, berkembang menjadi” “segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam”. (Koentjaraningrat. 2003:74)
Pada awalnya, konsep kebudayaan yang benar-benar jelas yang pertama kalinya di perkenalkan oleh Sir Edward Brnett Taylor. Seorang ahli Antropologi Inggris pada tahun 1871, mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, mora, kebiasaan, dn lain-lain. Pada waktu itu, banyak sekali definisi mengenai kebudayaan baik dari par ahli antropologi, sosiologi, filsafat, sejarah dan kesusastraan. Bahkan pada tahun 1950, A.L. Kroeber dan Clyde Kluchkhon telah berhasil mengumpulkan lebih dari serats definisi ( 176 definisi ) yang diterbitkan dalam buku berjudul Culture : A Critical Review of Concept and Definition (1952).
Menurut Atmadja, teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuj kearah kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan itu sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
Dalam Koentjaraningrat, (2003 : 74 ) J.J Honingmann mengatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, yaitu :
1. Ideas
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2. Activities
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Artifacts
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.
Sedangkan (dalam Koentjaraningrat. 2003:81) terdapat tujuh unsur kebudayaan menurut C. Kluckhon, antara lain :
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasi sosial
4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
5. Sistem mata pencarian hidup
6. Sistem religi
7. Kesenian
Kebudayaan, sebagai suatu pengetahuan yang dipelajari orang sebagai anggota dari suatu kelompok, tidak dapat diamati secara langsung. Jika kita ingin menemukan hal yang diketahui orang maka kita harus menyelami alam pikir mereka, dimam-mana setiap orang mempelajari kebudayaan mereka dengan mengamati oarang lain, mendengarkan mereka,kemudian membuat suatu kesimpulan. Maka disinilah peran seorang etnograper meleakukan proses yang sama yaitu dengan memahami hal yang dilihat dan didengarkan untuk menyimoulkan hal yang diketahui orang dimana hal ini meliputi pemikiran atas kenyataan. Dalam melakukan kerja lapoangan, etnografer membuat sebuah kesimpulan budaya dari tiga sumber sehingga hal ini menjadi dasar adanya saling keterkaitan yamg sangat kuat tentang Etnograpi dan Kebudayaan itu sendiri yaitu:
1. Dari hal yang dikatakan orang
2. Dari cara orang bertindak, dan
3. Dari berbagai artefak yang digunakan orang.
C. Klasifikasi Budaya
Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk terdapat tiga golongan kebudayaan yang masing-masing mempunyai coraknya sendiri. Ketiga golongan kebudayaan ini satu dengan lainnya berbeda tetapi saling berkiatan dan merupakan suatu kesatuan yang namanya kebudayaan Indonesia. Ketiga golongan kebudayaan itu adalah :
1. Kebudayaan suku bangsa atau disebut kebudayaan daerah
Perwujudan kebudayaan suku bangsa terdapat dalam suasana suku bangsa yakni kegiatan-kegiatan kebidupan dari para warga masyarakat suku bangsa yang berlandaskan pada pranata-pranata sosial yang bersumberkan pada kebudayaan suku bangsa. Seperti kehidupan keluarga, kehidupan komunite di desa khususnya dalam hubungan kekerabatan dan dalam upacara, dan sebagainya.
2. Kebudayaan umum lokal
Perwujudannya terdapat dalam suasana umum lokal yakni kegiatan-kegiatan kehidupan dari para warga sesuatu bagian dari masyarakat majemuk yang terdiri atas lebih dari satu suku bangsa sehingga kegiatan-kegiatan kehidupan berlandaskan atas pranata-pranata sosial yang bersumberkan atas kebiasaan suku bangsa yang berlaku setempat.
3. Kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional yakni unsur-unsur kebudayaan yang diterima berlakunya di seluruh Indonesia yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia.
Menurut Koentjeraningrat (Kompas, Maret 1987) kebudayaan nasional memiliki dua fungsi, yaitu :
1. memperkuat rasa indentitas nasional warga suatu bangsa atau negara;
2. memperkuat rasa solidaritas nasional semua warga dari suatu bangsa atau negara.
3. Pancasila sebagai dasar Pembangunan Kebudayaan Nasional Indonesia
Dasar konstitusional kebijaksanaan kebudayaan nasional Indonesia adalah UUD 1945 yang meliputi Pembukaan, batang tubuh dan Penjelasannya. Dalam Pembukaan memuat pokok-pokok pikiran yang tidak lain adalah Pancasila itu sendiri. Pokok-pokok pikiran tersebut dituangkan dalam pasalpasal UUD 1945 termasuk pasal 32 dan pasal 36, yang menandaskan bahwa pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia, sedangkan bahasa negara ialah bahasa Indonesia.
Sebagai dasar idiil kebijaksanaan kebudayaan nasional adalah Pancasila yang harus dipahami dalam suasana kebatinan (geistlichen Hintergrund) yang melatar belakanginya. Ini berarti, bahwa kita harus meletakkan Pancasila dalam konteks kebudayaan bangsa Indonesia.
D. Dampak Kebudayaan Asing Terhadap Kehidupan
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap bangsa.
1. Dampak Positif
Perubahan Tata Nilai dan Sikap artinya dengan adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
Tingkat Kehidupan yang lebih Baik, dengan dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup sehingga angka pengangguran yang ada didindonesia dapat diminimalisir.
2. Dampak Negatif
Pola Hidup Konsumtif yang berarti Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
Sikap Individualistik, dampak yang satu ini, sangat lah berpengaruh sekali dikalangan remaja saat ini. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
Gaya Hidup Kebarat-baratan, tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, remaja lebih menyukai dance dan lagu barat dibandingkan tarian dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena kita sebagai penerus bangsa tidak bangga terhadap sesuatu milik bangsa.
Kesenjangan Sosial, apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
Kesenjangan sosial menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bisa merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.
E. Alternatif Penanggulangan Dampak Negatif Kebudayaan Asing
Kita sebagai warga Negara Indonesia suadah seharusnya menjaga dan melestarikan kebudayaan yangada di Indonesia. Selain itu, kita harus mempertahankan nilai-nilai kebudaya yang ada di Indonesia saat ini. Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia, sperti gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam masyarakat menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu-individu masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri.
Maka, dalam hal ini pemerintah memiliki peranan penting untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya karena nilai-nilai kebudayaan dari leluluhur merupakan filosofi hidup pada tiap daerahnya meskipun tanpa bantuan teknologi. Nilai-nilai budaya tersebut bukan berarti mengharuskan kita untuk bersikap tertutup terhadap budaya asing, namun nilai dan makna filosofi kebudayaan Indonesia harus dijadikan sebagai sumber inspirasi dan kreatifitas.
Berikut ini adalah beberapa cara mempertahankan kebudayaan Indonesia agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan asing yang bersifat negatif :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
5. Memperkuat dan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur.
Dengan begitu masayarakat dapat bertindak bijaksana dalam menentukan sikap agar jati diri serta kepribadian bangsa tidak luntur karena adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia khususnya.
Daftar Pustaka
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya&ved=2ahUKEwiSrInZ2uvdAhUJFHIKHcPYDKAQFjANegQICBAB&usg=AOvVaw3Qp2l3i7pesF6rb7Mcstox
https://www.google.co.id/amp/s/majalahpendidikan.com/definisi-budaya-atau-kebudayaan/amp/2017
http://mahasiswa.uay.ac.id/pengaruh-budaya-asing-di-indonesia/
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://srydntriandi.wixsite.com/riandi/single-post/2017/04/05/PENGARUH-BUDAYA-ASING-TERHADAP-BUDAYA-INDONESIA-Tinjauan-dari-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan&ved=2ahUKEwjekdDy2OvdAhWGfX0KHdfNDSQQFjACegQICBAB&usg=AOvVaw0XDoV3Wk3iXDEbpxGohd-H2016
https://www.kitapunya.net/2015/07/dampak-positif-dan-negatif-masuknya.html?m=1 2015
https://ayhie13.wordpress.com/2014
https://arti-definisi-pengertian.info/mengenal-klasifikasi-kebudayaan-indonesia/

Komentar
Posting Komentar