Jeritan Terpendam Dalam Hati
Kau tahu yang menyakitkan dari masa lalu? Ketika raga mulai melarang namun jiwa mengizinkan serpihan itu terulang dalam pikiran.
Aku pernah mengalami masa lalu yang menyakitkan. Aku pernah di sepelekan, aku pernah di khianati hingga aku hanya diam tanpa sanggup berbicara walau hati terus bersuara untuk mengakhiri.
Kala itu aku terus terbully hanya karena keadaan fisik. Saat itu aku tengah duduk di bangku SD. Aku sering mendengar mereka mengatakan "Kau dekil, kau seperti gembel, kau jelek". Lalu setelah mengejek mereka meminta uang jajanku. Jika aku tak memberi mereka mengancamku. Jika kalian bertanya, kenapa tidak mengatakan pada orang tua perlakuan temanmu? Sebut saja dulu aku payah karena sikap tertutupku. Ya, dulu aku tidak cukup berani mengatakan kepada kedua orang tua ku. Sebenarnya hati ini sudah menjerit namun siapa yang akan mendengarnya?
Ingin ku bicara "Memang kenapa jika kulitku hitam? Apa aku tak pantas untuk berada di dekat kalian? Apa perempuan kulit hitam itu itu selalu identik dengan "jelek"?
Cantik itu bukan hanya kulit putih, tinggi, langsing. Tapi cantik itu ketika perempuan bisa mencintai dirinya sendiri tanpa merendahkan orang lain. Cantik fisiknya, Baik hatinya. Seperti yang orang-orang katakan "cantik luar dalam". Bahkan diriku sering melihat perempuan yang terlihat biasa saja namun nampak istimewa karena kelebihan yang ia miliki. Ia biasa namun bisa membuat kagum banyak orang.
Maka, berhenti mengejek orang lain. Kita tak pernah tahu apa yang mereka rasakan. Mereka diam bukan berarti menerima tapi kala itu mereka tak cukup berani untuk melawan. Kau tak pernah tahu apa dampak yang akan mereka rasakan di rumah. Mungkin berdiam diri di kamar, Menangis sepanjang malam hanya karena tingkah konyol kalian.
Dahulu aku telah memaafkan mereka namun aku tak pernah lupa apa yang mereka lakukan. Beruntungnya masih banyak orang-orang yang merangkul saat mereka menghinaku. Mereka yang hadir dalam masa sulitku dan memberi motivasi yang sangat bermanfaat untuk diriku hingga saat ini.
Note: Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung orang lain. Mohon maaf apabila tidak nyaman dengan tulisan ini. Terimakasih telah membaca:)
#sabtulis
Aku pernah mengalami masa lalu yang menyakitkan. Aku pernah di sepelekan, aku pernah di khianati hingga aku hanya diam tanpa sanggup berbicara walau hati terus bersuara untuk mengakhiri.
Kala itu aku terus terbully hanya karena keadaan fisik. Saat itu aku tengah duduk di bangku SD. Aku sering mendengar mereka mengatakan "Kau dekil, kau seperti gembel, kau jelek". Lalu setelah mengejek mereka meminta uang jajanku. Jika aku tak memberi mereka mengancamku. Jika kalian bertanya, kenapa tidak mengatakan pada orang tua perlakuan temanmu? Sebut saja dulu aku payah karena sikap tertutupku. Ya, dulu aku tidak cukup berani mengatakan kepada kedua orang tua ku. Sebenarnya hati ini sudah menjerit namun siapa yang akan mendengarnya?
Ingin ku bicara "Memang kenapa jika kulitku hitam? Apa aku tak pantas untuk berada di dekat kalian? Apa perempuan kulit hitam itu itu selalu identik dengan "jelek"?
Cantik itu bukan hanya kulit putih, tinggi, langsing. Tapi cantik itu ketika perempuan bisa mencintai dirinya sendiri tanpa merendahkan orang lain. Cantik fisiknya, Baik hatinya. Seperti yang orang-orang katakan "cantik luar dalam". Bahkan diriku sering melihat perempuan yang terlihat biasa saja namun nampak istimewa karena kelebihan yang ia miliki. Ia biasa namun bisa membuat kagum banyak orang.
Maka, berhenti mengejek orang lain. Kita tak pernah tahu apa yang mereka rasakan. Mereka diam bukan berarti menerima tapi kala itu mereka tak cukup berani untuk melawan. Kau tak pernah tahu apa dampak yang akan mereka rasakan di rumah. Mungkin berdiam diri di kamar, Menangis sepanjang malam hanya karena tingkah konyol kalian.
Dahulu aku telah memaafkan mereka namun aku tak pernah lupa apa yang mereka lakukan. Beruntungnya masih banyak orang-orang yang merangkul saat mereka menghinaku. Mereka yang hadir dalam masa sulitku dan memberi motivasi yang sangat bermanfaat untuk diriku hingga saat ini.
Note: Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung orang lain. Mohon maaf apabila tidak nyaman dengan tulisan ini. Terimakasih telah membaca:)
#sabtulis
Komentar
Posting Komentar