MENGENAL TARIAN DAERAH



NAMA : SURYANINGSIH
KELAS : 1PA10
NPM     : 16518882

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
TAHUN 2018/2019

" Tarian Daerah" 


Tari Merak adalah tarian yang menampilkan kreasi baru dengan mengekspresikan kehidupan seekor burung merak. Gerakan-gerakan tari merak diambil dari tingkah laku seekor burung merak. Dan kemudian diangkat ke pentas oleh seorang seniman Sunda, yaitu Raden Tjeje Soemantri.
Tari ini adalah salah satu tarian yang berjenis modern (kontemporer). Maksudnya adalah gerakan tarian merak diciptakan dengan bebas dan juga kreasi sendiri. Tari Merak ini tidak mengandung tarian tradisional klasik maupun tari tradisional rakyat.

Sejarah Tari Merak
Tari Merak ini berasal dari Jawa Barat, lebih tepatnya berada di Daerah Pasundan. Pada tahun 1950-an ada seorang koreografer dari Jawa Barat, yaitu Raden Tjetjep Soemantri. Beliau menciptakan sebuah gerakan-gerakan tari yang dinamakan sebagai tari merak.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa Tari Merak merupakan penerapan dari kehidupan atau tingkah laku seekor burung merak. Gerakan Tari Merak utamanya diambil dari tingkah laku burung merak jantan ketika ingin memikat burung merak betina.
Gerakan burung merak jantan yang memperlihatkan keindahan bulu ekornya pada saat ingin menarik perhatian burung merak betina, tergambar jelas dalam tarian merak.

Perkembangan Tari Merak
Seiring perkembangan zaman, Tari Merak Jawa Barat telah mengalami beberapa perubahan mulai dari gerakan aslinya. Dalam pementasannya, biasanya tari merak ditampilkan dengan berpasang-pasangan antar penari.
Masing-masing penari berperan sebagai burung merak jantan dan burung merak betina. Dengan musik pengiring gending macan ucul, maka penari mulai menggerakan tubuhnya dengan gemulai layaknya tingkah laku burung merak.
Gerakan-gerakan Tari Merak yang di peragakan oleh para penari sangat indah dan mempesona. Sehingga membuat suasana penuh keceriaan dan keistimewaan tersendiri.
Sehingga tidak heran jika Tari Merak sering sekali digunakan untuk menyambut pasangan pengantin pria atau sebagai hiburan untuk tamu dalam acara pernikahan.
Selain itu, tarian merak juga banyak ditampilkan dalam acara-acara, baik yang tingkat Nasional maupun acara yang tingkat Internasional. Hal ini dikarenakan keindahan gerakan dari tarian merak itu sendiri.

Fungsi Tari Merak
Tari merak memiliki fungsi sebagai penghibur tamu kehormatan, Tarian ini sering dipentaskan atau ditampilkan sebagai tarian persembahan maupun tarian penyambutan tamu atau orang yang sedang punya hajat. Berikut ini adalah beberapa fungsi tarian merak, yaitu :
1. Tarian merak dipentaskan untuk persembahan para tamu yang hadir dalam resepsi pernikahan.
2. Tarian ini dipentaskan dalam penyambutan untuk tamu agung dalam sebuah acara atau ritual.
3. Tari merak ini dipentaskan untuk penyambutan rombongan tamu pengantin pria ketika akan menuju ke pelaminan.
4. Tarian ini dipentaskan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia dalam lingkup Internasional.

Kostum Atau Busana Tari Merak
Tari merak memiliki kostum dengan warna yang beragam. Properti tarian ini tergolong sangat banyak mulai dari kostum hingga aksesoris. Properti-properti ini yang mendukung sempurnanya koreografi di atas panggung. Properti ini di bedakan menjadi 3, yaitu properti bagian kepala, badan, dan bawah.

Adapun properti yang biasa dikenakan oleh para penari merak diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Bagian Kepala

1. Mahkota
Mahkota yang dipakai oleh para penari merak disebut juga dengan nama siger. Mahkota ini menjadi unik karena terlihat dari aksesoris yang terdapat didalamnya, yaitu berupa payet atau pernik. Payet-payet ini memiliki berbagai macam warna, sehingga menjadikan mahkota menjadi glamour ketika terkena sinar.
2. Hiasan Telinga
Apabila kita perhatikan properti tari merak yang dipakai oleh para penari dibagian telinga. Ini hampir mirip dengan ornamen yang terdapat pada kostum pewayangan, properti ini bernama sesuping.
Jika dilihat dengan keseluruhan, properti ini masih menjadi pelengkap aksesoris mahkota. Hal itu bisa dilihat dari corak dan pernik yang digunakan merupakan masih satu paket, baik warna maupun bahannya.
3. Hiasan Sanggul
Aksesoris yang satu ini dikenakan dibagian belakang rambut penari tari perak. Properti ini menggambarkan seekor buruk merak jantan. Tapi, sebagian orang ada yang menyebut aksesoris ini dengan nama garuda mungkur.
  • Bagian Badan

Properti bagian badan pada umumnya terdapat lima macam yang melekat sebagai kostum pada bagian tubuh penari. Diantaranya kelima macam aksesoris tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Penutup dada
Para Penari tarian merak untuk menutupi bagian dadanya, mereka memakai kain layaknya kemben. Kain kemben ini dipakai dengan cara melingkar di bagian tubuh dari dada sampai bawah perut. Macam-macam dari penutup dada ini memang cukup beragam jenisnya.
Beberapa macam ada yang dilengkapi dengan tali untuk pengaman agar tidak melorot. Tapi, ada pula kain kemben yang tanpa tali. Sesuai dengan tema tarian, aksesoris dan propertinya juga berwarna-warni untuk menghiasi kostum ini.
2. Apok
Apok merupakan sebuah aksesoris penutup yang berbentuk panjang dan melingkar. Seperti kalung yang dipakai oleh penari sebagai penutup leher hingga ke bagian dada. Fungsi dari Apok adalah untuk mempermudah saat melakukan koreografi. Apok yang dipakai juga dihiasi dengan motif-motif khas, agar terlihat sangat indah jika dilihat mata.
3. Sayap
Apabila dalam Tari Jaipong kita mengenal aksesoris sampur, semacam selendang yang dikaitkan di leher. Namun, kalau pada tarian merak kita mengenal sayap. Jika dilihat secara keseluruhan sayap ini menjadi ciri utama yang membedakan kostum tari merak dengan busana tarian lain.
Keunikan dan keindahan tari merak terlihat dari ornamen yang berwarna-warni dengan corak menyerupai bulu burung merak. Dalam pertunjukan tari merak, sayapnya ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Yang mana sayapnya ini menggambarkan bahwa tarian ini melambangkan seekor burung merak.
Selain ketiga bagian utama dalam kostum yang melekat pada tubuh. Aksesoris-aksesoris untuk para penari masih ada lagi yaitu sabuk sebagai penutup pinggang dan sampur.
  • Bagian Bawah

Kostum pada bagian bawah ini, para penari mengenakan busana berbentuk rok, dengan motif yang serasi dengan properti. Tidak ketinggalan juga, aksesoris atau pernak-pernik yang melekat pada kostum juga dibuat semirip mungkin dengan bulu burung merak.
Adapun untuk aksesoris pendukung tari merak, seperti gelang dan kilat bahu juga dikenakan oleh para penari buat menambah keindahan.

2. Tari Mojang Jaipong

Tari jaipong adalah tarian tradisional yang berasal dari Bandung Jawa Barat yang diciptakan oleh Gugum Gumbira. Sejarah tari jaipong sebenarnya telah mulai muncul pada kisaran tahun 1979 namun baru dikemas ulang oleh Gugum Gumbira pada tahun 90-an.
Tari mojang Jaipong merupakan salah satu tari pergaulan yang berembrio dari seni tari Jaipongan. Tari Jaipong sendiri diciptakan oleh Gugum Gumbira dengan mengadopsi dan memadukan berbagai gerakan dasar dalam seni pertunjukkan ketuk tilu, tari topeng banjet, dan pencak silat.
Selain dapat digunakan sebagai hiburan, tarian ini juga berfungsi sebagai tari andalan dari Bandung Jawa Barat. 
Properti yang digunakan dalam sebuah pementasan jaipong secara garis bersar dapat dibedakan menjadi dua yakni busana serta musik pengiring.
Berbeda dengan tari Jaipong yang biasa ditarikan secara berpasangan, tari mojang Jaipong hanya ditarikan oleh perempuan beranjak remaja dengan mengenakan pakaian tradisional Sunda. Bagian atasnya mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.



Gerakan Tarian
Secara umum, tari mojang jaipong ditarikan oleh 6-8 orang perempuan dengan iringan musik tradisional Sunda dengan tempo yang cepat. Untuk mampu menarikan tari mojang jaipong dengan sempurna seseorang harus menguasai beberapa gerakan, yaitu gerak bukaan, pencugan, gala, dan minci.
1. Gerak bukaan merupakan gerakan-gerakan pembuka dalam tarian
2. pencugan merupakan kumpulan-kumpulan dari gerakan itu
3. gala merupakan gerakan pemberhentian dari rangkaian tari
4. minci disebut juga sebagai gerakan perpindahan atau peralihan dari satu gerakan ke gerakan yang lain.
Tari mojang jaipong sebagai identitas Sunda kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan adat. Tari tradisional ini sering dipentaskan dalam seren taun, pernikahan adat, khitanan, dan perhelatan adat lainnya. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan tari mojang jaipong dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan.

3. Tari Tor-Tor
Tari tor-tor merupakan tari tradisional suku batak di Sumatera Utara. Tarian ini bagian dari ritual menghormati arwah para dewa serta para leluhur. Tari yang mengandung unsur ritual atau keagamaan dalam pertunjukkannya ini biasanya di iringi gondang (gendang)  biasanya tari ini digelar pada upacara-upacara adat. 


Sejarah dan Makna Tari Tor Tor
Menurut Togarma Naibaho, pendiri Sanggar budaya Batak, Gorga, kata “Tor Tor” berasal dari suara entakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak. Penari bergerak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak.
“Tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui,”
“Makna tarian ini ada tiga, selain untuk ritual juga untuk penyemangat jiwa. Seperti makanan untuk jiwa. Makna terakhir sebagai sarana untuk menghibur,”


Secara keseluruhan tari tor-tor dibagi menjadi 7 bagian :
1. Bagian pertama atau tari pembuka disebut gondang mula-mula diawali dengan gondang bertalu-talu. Saat terdengar suara gendang, para penari mulai mengambil sikap menyembah dengan mengangkat tangan dengan gerak-gerak halus yang anggun. Bagian ini untuk memuja tuhan sang Pencipta.
2. Bagian kedua disebut gondang dewata, yang ditunjukkan untuk menghormati para dewata. Pada bagian ini gerakan penari mulai hidup dan bebas mengikuti tabuhan gondang yang riuh. Selain itu, ulos yang semula diikatkan dibadan mulai dikibaskan, dan para penari membuat gerakan berputar ditempat sambil menyembah. 
3. Bagian ketiga merupakan bagian penghormatan kepada roh leluhur. Gerak tarinya kian rampak dengan liukan pinggang dan jemari diiringi kerlingan mata. Irama musik pengiringnya pun semakin cepat semakin bersemangat. 
4. Bagian ke empat dan ke lima,  diawali dengan tari kisah (mangaliat)  yang khusus dipersembahkan kepada para hadirin dengan tujuan memohon kemakmuran. Itrama musiknya tidak lagi rampak bersemangat namun bervariasi. Pada beberapa posisi, penari pria meletakkan tangan diatas kepala penari wanita sebagai tanda memberi berkat, sementara penari wanita menaruh tangannya secara terbuka dibawah dagu pria sebagai tanda menerima berkat. 
5. Bagian ke enam disebut tor-tor sitiotie atau tari kemurnian. Musik pengiringnya berirama tenang dan agung. Para penari kembali ke tempatnya masing-masing dengan sikap hormat,  seakan tengah menyembah dan menantikan sesuatu. 
6. Bagian ke tujuh disebut tari gondang hasatan ( tari pencapai tujuan). Pada bagian ini para penari menarik ulosnya yang tersandang lalu mengangkat tangannya sambil berteriak "HORASS". Pada bagian ke enam dan ke tujuh  ditarikan untuk memperoleh kesehatan jasmani dan rohani. 

Daftar Pustaka
Tim Redaksi, 2017: Yuk,  mengenal tarian daerah 34 provinsi di Indonesia
https://www.google.co.id/amp/s/qudsfata.com/tari-merak/amp/
http://arsipbudayanusantara.blogspot.com/2016/03/megenal-tari-merak-asal-jawa-barat.html?m=1 
https://www.kamerabudaya.com/2016/12/tari-mojang-jaipong-tarian-tradisional-dari-jawa-barat.html?m=1 
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tari-mojang-jaipong-identitas-masyarakat-sunda 
http://www.wacana.co/2015/07/tari-tor-tor/ 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UPACARA ADAT PERNIKAHAN ADAT SUNDA

DAMPAK KEBUDAYAAN ASING TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT

Jeritan Terpendam Dalam Hati